Menurut sebuar artikel yang ditulis oleh Henning Gloystein, harga minyak dunia akan meingkat dikarenakan produksi minyak dari Saudi mengalami deficit dan juga Amerika yang mengalami kendalam dalam pengeboran.

Keadaan pasar juga mengantisipasi sebuah pengumuman dari Washington pada hari Senin nanti, isi pengumuman tersebut juga bertujuan menginformasikan sanksi yang akan diberikan kepada negara export minyak seperti Iran. Sanksi tersebut akan efektif mulai selasa 1601 GMT, menurut seorang pejabat pemerintah.

Brent crude oil futures sedalam dalam posisi trade $73.68 per barrel pada hari Senin pukul 0205 GMT, lebih tinggi 47 cents atau 0.6% dari harga closing sebelumnya. U.S West Texas Intermediate (WTI) crued futures mengindikasikan kenaikan sebanyak 37 cents atau 0.5% dengan harga 68.86 per barrel.

Perusahaan energi dari U.S menutup kilang minyak untuk kedua kalinya selama 3 minggu terakhir dengan skala yang menurun. Para pengebor minyak menutup 2 kilang minyak di minggu 3 Agustus kemarin, dengan total hingga saat ini 859, ujar perusahaan Baker Hughes energy services Jumat kemarin.

Banyak perusahaan pengebor minyak yang mengalami hasil yang buruk dalam beberapa minggu ini, ditambah dengan tingginya biaya operasional memberikan dampak yang besar.

Diluar U.S, negara export minyak terbesar Saudi Arabia memproduksi 10.29 juta barrel per hari (BPD) di bulan July, data tersebut didapat dari 2 sumber utama dari OPEC.

Saat ini Rusia, U.S, dan Saudi Arabia menghasilkan sekitar 10 sampai 11 juta BPD minyak, tapi itu hanya 3 negara yang bisa mencukupi 1/3 permintaan pasar dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *